08 FEBRUARI 2022Dewi maftuchah - artikel 8 Februari 2022

MERAWAT BAHASA JAWA DENGAN MENGAJAR

Oleh: Dewi Maftuchah., S.Pd

Staf Pengajar Bahasa Jawa SMP Institut Indonesia Semarang

 

MERAWAT BAHASA JAWATak bisa di pungkiri eksistensi bahasa jawa dari hari kehari semakin terkikis. Penggunaanya hanya terbatas bahasa kedua setelah bahasa Nasional. Bahkan keberadaanya sebagai bahasa ibu suku jawa semakin terpinggirkan oleh generasi milineal yang enggan memakaianya. Semakin banyak keluarga yang menggunakan Bahasa Indonesia dalam pergaulan sehari – hari menambah semakin berkurangnya penutur dan pengguna pada generasi berikutnya. Jika ini diteruskan bisa jadi beberapa generasi berikutnya hanya akan menjumpai penutur dan pengguna bahasa jawa pada tingkat peneliti maupun kamus pedoman pada sekolah – sekolah tinggi.

Bahasa jawa adalah bahasa yang digunakan secara khusus di lingkungan etnis jawa. Bahasa Jawa merupakan bahasa pergaulan sehari – hari di daerah pulau jawa, khususnya Jawa Tengah (Hermadi; 2010). Hal tersebut karena pusat penggunaan bahasa jawa berasal dari keraton – keraton Mataram yang ada di jawa tengah – dan DIY sekarang. Namun pada prakteknya pengguna aktif keluarga penutur bahasa jawa semakin menururn dari hari ke hari.

Bahasa jawa dahulu merupakan bahasa yang besar namun dengan bertambahnya waktu peggunanya semakin berkurang, terutama generasi muda. Hal ini disebabkan karena gencarnya serbuan budaya asing dan arus informasi yang masif dari berbagai saluran informasi baik elektronik maupun digital.

Pemakaian bahasa gaul turut mengurangi pengguna bahasa jawa dikalangan anak muda. dalam percakapan peergaulan sehari – hari para remaja ini cenderung mencampur adukan baik itu bahasa Indonesia – Jawa – Maupun bahasa Asing. Tak cukup berhenti disitu, mereka acap kali menciptakan bahasa gaulnya sendiri atau kerap disebut dengan bahasa slank.

Sekolah merupakan salah satu benteng terakhir untuk bisa melestarikan bahasa jawa. Didalam kurikulum resmi Kementrian Pendidikan memberikan ruang untuk sekolah memberikan bahasa jawa menjadi salah satu mata pelajaran muatan lokal. Meskipun cenderung kalah dengan mata pelajaran kurikulum wajib seperti halnya Bahasa Inggris maupun Bahasa Indonesia namun keberadaan Pelajaran Bahasa Jawa menjadi sebuah oase dan jawaban akan eksistensi masa depan bahasa ibu ini.

Menilik dari konten isi dari pelajaran bahasa jawa sendiri tidak hanya sebatas pelajaran bahasa ataupun pengenalan aksara jawa. Lebih dari itu, dalam bahasa jawa Guru juga mengajarkan sopan santun, tepa selira bagaimana menghargai orang yang lebih tua. Begitu juga dengan pengucapan, cara menghargai orang lain, cara memandang hidup, falsafah jawa juga mengajarkan cara menjadi orang jawa yang jawani.

Begitu pula dengan membagikan cerita yang diambil dari kisah pewayangan, secara tidak langsung guru mengajarkan dan membagikan kisah kepahlawanan, sikap pantang menyerah, sikap bijak sana dalam menghadapi masalah hingga meneladani tokoh pewayangan yang di ceritakan. Dengan begitu akan membuka mata para siswa untuk lebih mencitai budayanya sendiri.

Guru juga bisa membagikan cerita kepahlawan para Pandawa dalam membela kebenaran melawan keangkara murkaan Kurawa. Menceritkana cerita kepahlawanan yang tak kalah kuat, berani dan juga sakti madra guna sehingga siswa kenal tidak hanya pahlwan super hero barat yang kebal peluru dan bisa terbang.

Peran sekolah, guru dan pemerintah daerah harus bisa saling mengisi, membantu dan mendukung agar bahasa jawa bisa kembali menjadi bahasa ibu di negerinya sendiri. Sekolah bisa memeberikan lebih banyak ruang dengan pengembangan yang berhubungan dengan pengembangan bahasa jawa seperti halnya menambahkan ekstra kurikuler karawitan, sendra tari jawa, macapat ataupun seni peran seperti ketoprak dll. Pemerintah daerah juga harus mengupayakan dan memperjuangkan penambahan jam untuk mata pelajaran bahasa jawa dan sub unit turunanya. Pemerintah juga harus memperhatikan nasib dan kesejahteraan guru bahasa jawa agar sejajar dengan guru mata pelajaran kurikulum lainya. Tak lupa Guru bahasa jawa juga harus terus kreatin berinovasi mengembangkan dan mencari solusi agar pelajaran bahasa jawa bisa menjadi pelajaran yang di minati oleh peserta didik.